Kontroversi Bumi Datar Dan Bulat
Kontroversi Bumi Datar Dan Bulat
Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan pun mulai berkembang dan tak jarang pada akhirnya memunculkan banyak hal2 yg memicu pro dan kontra. Seperti yg kerab menjadi perbincangan global belakangan ini adalah mengenai bentuk bumi yang sebenarnya, apakah berbentuk bulat/ datar. Padahal secara historisnya sebenarnya kepercayaan bentuk bumi datar/ bulat ini sdh bukan lagi hal yang baru, melainkan sudah menjadi khas kosmologi lampau yang banyak diyakini oleh berbagai macam budaya, seperti Babylonia, India, Mesir, Mesopotamia, dll. Di sudut pihak ada yang berkata bahwa bumi itu adalah bulat namun di pihak lainnya (seperti The Flat Earth Sociaty) pula menyebutkan bumi itu datar sesuai dg teorinya masing2. The Flat Earth Sociaty adalah sebuah organisasi yg awalnya didirikan oleh seorang pria asal Inggris, Samuel Sentens 1956. Kemudian diteruskan oleh Charlessky Johnson. Organisasi ini lama tdk lagi aktif, karena kematian Johnson pd th 2001. Lalu baru2 ini organisasi The Flat Earth Sociaty mulai dibangkitkan kembali oleh Daniel Sentens yang meyakini bahwa bumi serupa piringan, dimana lingkaran althiknya berada dipusatnya. Sedangkan Antartika (kutub dinding es) setinggi 150 kaki/ 45,7 M berada di pinggirannya. Mereka juga membantah bahwa foto2 yang beredar tak lebih dari rekayasa konspirasi pendukung bumi bulat saja yg diatur oleh Badan Antariksa Amerika Serikat “NASA”. Hal inilah yg akhirnya memicu perdebatan bentuk bumi itu kian memanas di tengah publik. Bahkan melalui media sosial, tema ini pula yang menjadi sorotan utk saling serang dan tudingan oleh kalangan netizen antara yang pro ke bumi bulat dg yang kontra sbg kelompok bumi datar.
Dr. Zakir Naik mengungkapkan bahwa orang2 zaman dahulu mengatakan bahwa bumi itu datar. Lalu pada tahun 1577, Sir Francis Drake membuktikan bahwa bumi berbentuk bola, ketika menjelajahi dunia. Begitu pula orang2 mulai percaya dg teori2 yang telah banyak membuktikan bulatnya bumi, seperti kapal berlayar yang tdk menemui batas akhirnya, foto2 dari satelit NASA, dll. Sedangkan dlm Quran secara ekplisit memang tdk menyebutkan langsung bumi itu bulat. Tp dg melihat penafsiran dr bunyi ayat disertai logika maka justru akan menggambarkan bahwa bumi itu bulat, seperti: pertama Qs. Lukman 29 “sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam”. Ket: kata memasukkan/ menggabungkan dlm ayat ini berarti adanya proses yang bertahap dan perlahan2. Malam secara perlahan2 menggantikan siang dan siang perlahan2 menggantikan malam. Jika bumi itu datar, maka pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya tidak akan berganti secara bertahap.
Kedua, Qs. Az-Zumar 5 “Allah menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam”. Ket: kata yang digunakan adalah Kawwaro/ Yukawwiru yg artinya menggulung/ melingkarkan. Jadi berdasarkan ayat ini, bahwa Allah menggulung/ melingkarkan dari malam ke siang dan sebaliknya. Kata Kawwaro bermakna seperti engkau melingkarkan serban di kepalamu. Jadi, gejala menggulung/ melingkarkan ini (dari malam ke siang dan sebaliknya), hanya mungkin jika bumi itu berbentuk bola, jika itu bentuknya datar maka itu tdk mungkin.
Ketiga, Qs. Al-anbiya 33 “dan Dialah yang telah menciptakan malan dan siang, matahari dan bulan. Masing2 beredar dalam garis edarnya”. Ket: Ayat inilah yg diinterpretasikan secara salah oleh banyak orang yang mengatakan bahwa matahari berputar mengitari bumi. Padahal tidak ada disebutkan dalam ayat di atas bahwa matahari mengelilingi bumi. Justru Quran mengatakan, matahari dan bulan berotasi dan berevolusi. Tdk ada disebutkan mengelilingi bumi. Dulu saat kita masih kecil, kita diajarkan bahwa matahari itu diam (tidak berotasi, walaupun tampak bergerak mengelilingi alam semesta). Dan kata Sabaha/Yashabuun dlm Quran ini menggambarkan ttg pergerakan benda tsb. Jika kata Sabaha/ Yashabuun digunakan pd seseorang yg berada di atas daratan, maknanya bukan berputar tapi berjalan/ berlari. Dan jika kata tsb digunakan pd seseorang yg berada di atas air, maknanya bukan mengapung tapi berenang. Nah, ketika Allah menggunakan kata ini utk benda2 angkasa, maka maknanya benda tsb bergerak/ berputar pada porosnya. Jadi, al-Quran menyebutkan bahwa matahari dan bulan tidak saja berevolusi, tapi juga berputar pada porosnya (berotasi).
Keempat, Qs. An-naziyat 30 “dan bumi sesudah itu dihamparkanNya”. Qs. Nuh 20. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, 21. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu". Qs. Thaha 53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. Qs. Adz-Dzariyat 48. Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Qs. An-Naziyat 30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Qs. Al-Baqarah 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Qs. An-Naba 6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, 7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,. Qs. Al-Ankabut 56. Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja. Qs. Al-Ghasiyah 20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
Ket: salah satu arti kata dahaha ini adalah dihamparkan. Dan kata dahaha juga merupakan turunan dari kata bahasa arab duya yang artinya telur. Kehidupan sekarang ini kita mengetahui bahwa bentuk bumi tidak sepenuhnya bulat seperti bola. Bentuknya hampir seperti telur, agak lonjong dan bagian tengahnya agak membesar. Kata bahasa arab duya bukan bermakna telur pada umumnya. Tapi kata yg lebih spesifiknya digambarkan seperti telur burung unta, yang bentuknya hampir mirip seperti bola. NB: Coba bayangkan 1400 tahun yang lalu al-Quran telah berkata bahwa bumi berbentuk Geo Spherical. Apakah (bagi non Muslim) masih beranggapan Quran karangan Nabi Muhammad, bukan Firman Allah?.
Namun poinnya, permasalahan bumi itu bulat atau datar tidak ada kaitannya dg amaliyah ataupun aqidah seseorang. Kewajiban bagi seorang muslim utk mengetahui apa yg diwajibkan padanya hanyalah berupa hukum syariat yg terkait penghambaannya kepada Allah. Seperti beribadah kepada Allah, atau ia meyakini dari lubuk hatinya yg paling dalam utk mengimani sgl sesuatu yg telah diperintahkan utk diimani. Sementara perkara ini adalah isu yang bisa dimengerti karena adanya perbedaan pandangan dalam menafsirkan sebagian ayat dalam al-Quran. Dan tdk diragukan lagi, bahwa satu pendapat akan benar sementara pendapat lainnya akan keliru. Dan apabila ia benar maka mendapatkan dua kebaikan, dan jika ia keliru mendapatkan satu kebaikan.
Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan pun mulai berkembang dan tak jarang pada akhirnya memunculkan banyak hal2 yg memicu pro dan kontra. Seperti yg kerab menjadi perbincangan global belakangan ini adalah mengenai bentuk bumi yang sebenarnya, apakah berbentuk bulat/ datar. Padahal secara historisnya sebenarnya kepercayaan bentuk bumi datar/ bulat ini sdh bukan lagi hal yang baru, melainkan sudah menjadi khas kosmologi lampau yang banyak diyakini oleh berbagai macam budaya, seperti Babylonia, India, Mesir, Mesopotamia, dll. Di sudut pihak ada yang berkata bahwa bumi itu adalah bulat namun di pihak lainnya (seperti The Flat Earth Sociaty) pula menyebutkan bumi itu datar sesuai dg teorinya masing2. The Flat Earth Sociaty adalah sebuah organisasi yg awalnya didirikan oleh seorang pria asal Inggris, Samuel Sentens 1956. Kemudian diteruskan oleh Charlessky Johnson. Organisasi ini lama tdk lagi aktif, karena kematian Johnson pd th 2001. Lalu baru2 ini organisasi The Flat Earth Sociaty mulai dibangkitkan kembali oleh Daniel Sentens yang meyakini bahwa bumi serupa piringan, dimana lingkaran althiknya berada dipusatnya. Sedangkan Antartika (kutub dinding es) setinggi 150 kaki/ 45,7 M berada di pinggirannya. Mereka juga membantah bahwa foto2 yang beredar tak lebih dari rekayasa konspirasi pendukung bumi bulat saja yg diatur oleh Badan Antariksa Amerika Serikat “NASA”. Hal inilah yg akhirnya memicu perdebatan bentuk bumi itu kian memanas di tengah publik. Bahkan melalui media sosial, tema ini pula yang menjadi sorotan utk saling serang dan tudingan oleh kalangan netizen antara yang pro ke bumi bulat dg yang kontra sbg kelompok bumi datar.
Dr. Zakir Naik mengungkapkan bahwa orang2 zaman dahulu mengatakan bahwa bumi itu datar. Lalu pada tahun 1577, Sir Francis Drake membuktikan bahwa bumi berbentuk bola, ketika menjelajahi dunia. Begitu pula orang2 mulai percaya dg teori2 yang telah banyak membuktikan bulatnya bumi, seperti kapal berlayar yang tdk menemui batas akhirnya, foto2 dari satelit NASA, dll. Sedangkan dlm Quran secara ekplisit memang tdk menyebutkan langsung bumi itu bulat. Tp dg melihat penafsiran dr bunyi ayat disertai logika maka justru akan menggambarkan bahwa bumi itu bulat, seperti: pertama Qs. Lukman 29 “sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam”. Ket: kata memasukkan/ menggabungkan dlm ayat ini berarti adanya proses yang bertahap dan perlahan2. Malam secara perlahan2 menggantikan siang dan siang perlahan2 menggantikan malam. Jika bumi itu datar, maka pergantian dari malam ke siang atau sebaliknya tidak akan berganti secara bertahap.
Kedua, Qs. Az-Zumar 5 “Allah menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam”. Ket: kata yang digunakan adalah Kawwaro/ Yukawwiru yg artinya menggulung/ melingkarkan. Jadi berdasarkan ayat ini, bahwa Allah menggulung/ melingkarkan dari malam ke siang dan sebaliknya. Kata Kawwaro bermakna seperti engkau melingkarkan serban di kepalamu. Jadi, gejala menggulung/ melingkarkan ini (dari malam ke siang dan sebaliknya), hanya mungkin jika bumi itu berbentuk bola, jika itu bentuknya datar maka itu tdk mungkin.
Ketiga, Qs. Al-anbiya 33 “dan Dialah yang telah menciptakan malan dan siang, matahari dan bulan. Masing2 beredar dalam garis edarnya”. Ket: Ayat inilah yg diinterpretasikan secara salah oleh banyak orang yang mengatakan bahwa matahari berputar mengitari bumi. Padahal tidak ada disebutkan dalam ayat di atas bahwa matahari mengelilingi bumi. Justru Quran mengatakan, matahari dan bulan berotasi dan berevolusi. Tdk ada disebutkan mengelilingi bumi. Dulu saat kita masih kecil, kita diajarkan bahwa matahari itu diam (tidak berotasi, walaupun tampak bergerak mengelilingi alam semesta). Dan kata Sabaha/Yashabuun dlm Quran ini menggambarkan ttg pergerakan benda tsb. Jika kata Sabaha/ Yashabuun digunakan pd seseorang yg berada di atas daratan, maknanya bukan berputar tapi berjalan/ berlari. Dan jika kata tsb digunakan pd seseorang yg berada di atas air, maknanya bukan mengapung tapi berenang. Nah, ketika Allah menggunakan kata ini utk benda2 angkasa, maka maknanya benda tsb bergerak/ berputar pada porosnya. Jadi, al-Quran menyebutkan bahwa matahari dan bulan tidak saja berevolusi, tapi juga berputar pada porosnya (berotasi).
Keempat, Qs. An-naziyat 30 “dan bumi sesudah itu dihamparkanNya”. Qs. Nuh 20. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, 21. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu". Qs. Thaha 53. Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. Qs. Adz-Dzariyat 48. Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Qs. An-Naziyat 30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Qs. Al-Baqarah 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Qs. An-Naba 6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, 7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,. Qs. Al-Ankabut 56. Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja. Qs. Al-Ghasiyah 20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
Ket: salah satu arti kata dahaha ini adalah dihamparkan. Dan kata dahaha juga merupakan turunan dari kata bahasa arab duya yang artinya telur. Kehidupan sekarang ini kita mengetahui bahwa bentuk bumi tidak sepenuhnya bulat seperti bola. Bentuknya hampir seperti telur, agak lonjong dan bagian tengahnya agak membesar. Kata bahasa arab duya bukan bermakna telur pada umumnya. Tapi kata yg lebih spesifiknya digambarkan seperti telur burung unta, yang bentuknya hampir mirip seperti bola. NB: Coba bayangkan 1400 tahun yang lalu al-Quran telah berkata bahwa bumi berbentuk Geo Spherical. Apakah (bagi non Muslim) masih beranggapan Quran karangan Nabi Muhammad, bukan Firman Allah?.
Namun poinnya, permasalahan bumi itu bulat atau datar tidak ada kaitannya dg amaliyah ataupun aqidah seseorang. Kewajiban bagi seorang muslim utk mengetahui apa yg diwajibkan padanya hanyalah berupa hukum syariat yg terkait penghambaannya kepada Allah. Seperti beribadah kepada Allah, atau ia meyakini dari lubuk hatinya yg paling dalam utk mengimani sgl sesuatu yg telah diperintahkan utk diimani. Sementara perkara ini adalah isu yang bisa dimengerti karena adanya perbedaan pandangan dalam menafsirkan sebagian ayat dalam al-Quran. Dan tdk diragukan lagi, bahwa satu pendapat akan benar sementara pendapat lainnya akan keliru. Dan apabila ia benar maka mendapatkan dua kebaikan, dan jika ia keliru mendapatkan satu kebaikan.
Komentar
Posting Komentar