Konsep Ketuhanan Islam Membentur Trinitas
KONSEP KETUHANAN ISLAM
MEMBENTURKAN TRINITAS
Di antara Parameter kebenaran untuk membicarakan agama itu, salah satunya adalah jelas konsep keTuhannya dan juga sistem dari ajarannya. Pada umumnya beragama itu adalah untuk diyakini. Lalu untuk apa diyakini, kalau di dalamnya banyak bertentangan dg akal. Jadi tidak mungkin. Kalo agama itu benar, maka akal ini adalah alat dari berfikir kita, utk menseleksi benar dan salah. Jadi kalo kita sendiri tdk mempercayai dari cara berfikir kita, hanya karena doktrin dari orgtua kita dulu yg keliru misalnya, itu tentu bisa anda bayangkan. Makanya dlm islam itu ada: iman-ilmu-amal. Kita beriman, tapi didasari dg ilmu. ilmu kamu itulah yg jd imam amalan2 kamu. Amalan kamu bisa jadi benar, karena didasari ilmu. Dan jgn kamu ikuti sesuatu yg kamu tdk tahu (Qs. al-Isra 36). Oleh karena itu wajib belajar ilmu agama. Biar ngerti. Minimal 3 hal penting, dalam islam: konsep aqidah-syariah-akhlak.
Sekarang untuk berbicara tentang konsep Tuhan, maka kategori utk bisa disebut Tuhan itu, batasannya ada 3:
Absolut.
Anda pasti sepakat, gk mgkn anda mau bertuhan kepada yg relative, (lawan absolute itu relative). Misalnya cantik, cantik itu relative. Muda, muda itu relative, kenapa disebut relative? karena ada bandingannya. Saya disebut muda dibandingkan dg pak eko yg sdh tua. Dan anda disebut wanita karena ada laki2. Ini disebut warna hitam karena ada putih. Nah, jadi logika2 relativitas seperti ini mengantarkan kpd suatu bentuk yang absolute. Makanya kalo kita mau bertuhan, kategori yg hrs kita tuhankan itu adalah yg punya nilai dimensi yg absolute.
Distink
Distink itu adalah “lain dari pada yg lain”. Tidak bs dia dipersamakan dg kita/ makhluk atau yg diciptakanNya. Karena kalo Dia sama dg sesuatu, ngapain mau bertuhan. Misal: ada Tuhan gondrong. Masa Tuhan godrong, atau Tuhan botak, dsb, itu kan lucu. Atau dlm Hindu-Budha dg patung2 sbg representasenya, karena Siwa perusak digambarkan tangannya banyak, Brahmana karena baik, dibuat senyum, dsb. Kalo sdh begitu, maka Tuhan menjadi tdk Distink. Dengan kata lain menjadi sama dg yg lain atau menjadi nuthink sesungguhnya.
Unik
Dia hrs unik. Unik itu sama dg hanya Dia satu2nya. Contoh, rokok Sampoerna, tdk unik, kenapa tdk unik karena ada yg lain, misal rokok Class Mild. Yang jenggot2an juga tidak unik, karena yang begituan juga banyak. Jadi kalo mengkategorikan bahwa itulah tuhan, maka dia harus unik. Dialah satu2nya.
Jadi kesimpulannya, Tuhan itu Absolute. Mutlak. Totalitas yg tak terbatas, tak tertandingi, tak terkalahkan → itu muatan dari kata Absolute → yang dg ini ia menjadi disting (lain dari pada yg lain/ tdk ada yg menyerupainya (laisa kamislihi syaiun) → sehingga ia menjadi unik (satu2nya/ tunggal/ Esa). Ini merupakan penegasan si absolute itu sendiri.
Nah, mari kita jujur, konsep Tuhan-Trinitas anda benturkanlah dg kategori tadi. Yang anda yakini kebenarannya sbg Tuhan. Bisa gk dia diterima secara Absolute, Disting dan Unik, dalam kategori sbg Tuhan?, Kalo tidak bs, utk apa kita bertuhan kpd yg relative seperti itu, utk apa coba logikanya?. Dan menurut konteks sejarah, konsep trinitas itu (kalo saya keliru, tolong luruskan) adalah hasil dari konsili Nikea 325 M. kemudian diikuti oleh kaum gereja Swiss sebelah Barat. Nah itu disebut Yesus kristus sbg Tuhan pada saat konsili itu. Jadi Yesus, dinamakan sbg Tuhan adalah hasil kongres. Ini kalo dikaji dlm konteks sejarah dlm kehadirannya. Namun kalo konteksnya Nabi Isa as (Yesus) yg sebetulnya, dg kitab injil, bahwa dia mengimani Allah dan sbg utusan. Makanya, coba berfikir secara mendalam. Jgn hanya pokoknya2, tapi kalo org berakal “O iya, dikasih tahu itu ngerti gitu lho”.
Nah, kalo islam gimana, islam sederhana sekali.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ : Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
اللَّهُ الصَّمَدُ : Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ : dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia"
Paling tdk, anggaplah dulu (seperti anda yg ragu terhadap Quran) apa ini al-Quran dsb, tapi coba lihat (dg akal yg anda miliki) materi apa yg disampaikan oleh al-Quran itu. Kok ada seperti: Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Katakanlah: yang pantas! yang pantas jadi Tuhan itu adalah cuma Allah. Dan kalo mau di Brakdown lagi utk kata apa yg disebut Tuhan, itu dalam (Qs. Al-Hadid 2-3) “Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Nah, dg statemen Dia mengatakan yang Awal dan yang Akhir, terus akhir ayat ini Dia menyebutkan, Dia mengetahui segala sesuatu, itu membuktikan kelogisan berfikir bahwa dimensi ruang dan waktu (totalitas jagad raya ini) merupakan eksistensi dirinya. Sederhananya begini: eksistensinya jokowi adalah dari sabang-merauke, itulah eksistensi dia. Atau kekuasaan dia. Atau paling tdk foto2 dia sdh dipajang/ dikenal dimana-mana dari sabang-merauke, setelah dia terpilih menjadi presiden. Atau ruang dan waktunya Indonesia adalah sabang-merauke. Nah, ruang dan waktunya dunia ini, jagad raya alam semesta ini, The Univers, (totalitas tak terbatas, tak tertandingi, tak terkalahkan) inilah → eksistensinya Allah.
Lalu lebih detailnya lagi kalo di ayat 4 nya disebutkan: “…Dan Dia (Alloh) bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. Nah, makanya kalau tdk mengerti ruang dan waktu itu pasti tidak ngerti dg ayat ini. Coba anda bayangkan, “Aku bersama kamu dimana saja kamu berada” pasti nanti pemahamannya: aku kesini ada Tuhan, ke sana ada Tuhan, kan begitu. Nah, makanya kalo kita memahami dlm spectrum ruang dan waktu ini sangat jelas. Oleh karenanya benda yang paling hitam, di atas batu yg hitam, di malam yg gelap gulita, jelas Allah tahu. Karena Dia menguasai ruang dan waktu. Jadi bukan berarti dg ruang dan waktu itu lalu Dia menjadi terikat, bukan. Tapi Dialah yg mengikat totalitas itu semua. Itulah ada namanya “Yang Maha Kuasa”.
Makanya kalo kekuasaan Jokowi dilawan atau ditentang, maka sanksinya bisa berhadapan dg hukum. Lalu kalo kekuasaan Alloh tdk dipatuhi atau diingkari bagaimana?, logikanya kan harus keluar dari jagad raya ini, tapi gimana mau keluar. Sehingga pantas bagi org2 yg kafir kpd Alloh itu tempatnya di neraka kelak. Begitu pula dengan org2 yg tidak mau menerima islam itu yg sebetulnya dia adalah sombong, “menolak kebenaran dan merendahkan org lain”. Makanya berfikirlah. Karena berfikir itu adalah membandingkan. Contoh, kenapa anak kecil kalo ada api, ada pisau lalu dia main pegang aja?. Karena dia tdk bs membandingkan. Artinya dia belum bisa berfikir. Lalu bagi anda sdh disebutkan berfikir, karena anda sdh bs membandingkan. Persoalannya, kenapa anda dikatakan goblok?. Karena mgkn pd saat yg sama anda tdk bs membandingkan. Harusnya yg benar ini bukan itu.
Kemudian kita tdk akan tahu (agama dg konsepnya yg jelas itu) kalau bukan tanpa utusanNya, Muhammad Saw. Jadi mesti ada yg menyampaikan. Sama dg kristiani, mereka tdk mgkn kenal Kristen kalo tdk ada yg disebut yesus kristus yg diyakini. Makanya setelah konsep tuhan yg jelas, agama itu yg bs kita ukur benar/ tdknya, lihat dari sistem ajarannya dan yg membawa ajarannya. Dan yg membawa ajaran islam ini adalah Rasulullah Saw. Anda boleh lihat, dari sisi historisnya, Muhammad, dia tdk pernah mendapatkan satu sistem pendidikan. Dia ummi. Jadi tdk mgkn seorg yg ummi bs bicara banyak hal, yg dimensinya sampai dibilang majnun. Gk nyambung bagi org2 arab yg waktu itu. Kedua, dia tdk mengalami intervensi pendidikan dari sistem keluarga. Bapaknya meninggal sebelum dia lahir, setelah lahir dg ibu susuan. Maka peristiwa itu tdk mempengaruhi. Kemudian dimensi lingkungan, budaya seputar dimana dia hdp, dan seputarnya adalah jahiliyah. Dan seluruh dunia, anda boleh lihat, bahwa setiap manusia yg terlahir, terpengaruh oleh sistem pendidikan, terpengaruh oleh didik orgtua dan terpengaruh lingkungan. Inilah manusia tumbuh dan berkembang. Tapi Muhammad secara historis dibuktikan dg jelas, terjaga, betul2 dia utusan Allah. Maka, apa yg Nabi Muhammad sampaikan, ini menjadi suatu garansi yg bisa dbenarkan yg disebut kitab suci. Tdk ada sedkitpun logika yg bs menyalahkan. Terus, berislam itu kayak apa? Maka contohilah Rasulullah Muhammad Saw. Makanya ada hadis. (bicara, tindakan, diamnya Rasul). Karena Rasulullah menjadi way of life, pandangan, tuntunan hdp. Nah, islam, kata asalnya assalam : selamat, jd sesungguhnya substansi dari islam itu, kata lainnya, “kamu kalo mau selamat dlm hdp ini, inilah jalannya”. Kalo kita pakai kata juru selamat, maka juru selamat itulah islam (selamat). Jd, kalo kamu mau selamat, kamu harus tunduk patuh kpd Allah.
Bahkan tdk ada termasuk dalam Kristen, sistem perkawinan, hukum waris, cara berwhudu dlsb kecuali hanya dari islam. Artinya mulai dari lahir-sampai meninggal, islam mengcover itu semua. Salah satu contohnya dlm Qs. Annisa, 2-3 lebih detail membicarakan ttg waris, ada sepertiga, sepedelapan dsb. Coba anda bayangkan, abad ke 6/7, sdh bicara persentase2 atau pembagi2 yg skrg dlm dunia modern sdh dikenal dg matematika. Bagaimana Muhammad itu gk dibilang majnun. Gk mgkn kalo ini gk dibilang wahyu Allah yg luar biasa. Kemudian, soal Nabi Muhammad bersama aisyah, sebelumnya dg khadijah dsbnya, itu ada maksud2 semuanya, ada sistem penjelasnya. Sebab kalo hanya ke khadijah, gk ada hadis2 yg menjelaskan tentang menstruasi dan sgl macamnya. Jadi itu harus dimengerti. Tapi kadang kalo sdh bicara soal wanita, semua sdh pada negative. apalagi soal poligami.
Kemudian dalam Qs. al-mukminun 12-15. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati”.
Nah, coba anda bantah pernyataan surah di atas baik secara sains, mau pakai ilmu apa aja dan dg fakta2 yg ada. Apakah statemen Quran di atas ada yg bertentangan dg fakta2? Kalo anda mau bantah, silakan, paling anda katakan begini: “ah gk benar Quran itu, Muhammad hanya ngarang2 saja”. HEY anda sehat?, kapan Muhammad pernah sekolah kedokteran?, bisa bicara sperma, ovum, segumpal darah, daging, air mani dsb. Dan yg kita tahu dulu itu, kedokteran itu baru mulai maju sejak abad2 ke 17/18. Lah informasi Ini abad ke 6/7?. Jadi, bagaimana benarnya wahyu itu? Ya, itulah kebenarannya wahyu tsb.
Kalo ilmiah itu salah satu pendekatannya adalah sistematis, maka yang benar itu adalah pengetahuan dulu baru keyakinan. Tdk mgkn kita yakin sesuatu tanpa kita tahu. Kita bisa lihat peristiwa bapak tauhid nabi Ibrahim yg sebelumnya itu menuhankan bintang, bulan dan lain sebagainya, sampai dia berkesimpulan bahwa itulah Allah. Itulah proses pengetahuan yg ia dapat. Jadi kalo tiba2 yakin terus berproses tahu, itu aneh. Itulah dogma. Dan bahayanya kalo yakin dulu baru tahu, sejelek kayak apapun keyakinannya itu pasti jadi benar. Pasti sll diagung2kan, karena sdh yakin dulu. Oleh Karena itu, harus prosesnya itu pengetahuan (belajar). Gk ada yg tiba2 yakin itu gk ada.
MEMBENTURKAN TRINITAS
Di antara Parameter kebenaran untuk membicarakan agama itu, salah satunya adalah jelas konsep keTuhannya dan juga sistem dari ajarannya. Pada umumnya beragama itu adalah untuk diyakini. Lalu untuk apa diyakini, kalau di dalamnya banyak bertentangan dg akal. Jadi tidak mungkin. Kalo agama itu benar, maka akal ini adalah alat dari berfikir kita, utk menseleksi benar dan salah. Jadi kalo kita sendiri tdk mempercayai dari cara berfikir kita, hanya karena doktrin dari orgtua kita dulu yg keliru misalnya, itu tentu bisa anda bayangkan. Makanya dlm islam itu ada: iman-ilmu-amal. Kita beriman, tapi didasari dg ilmu. ilmu kamu itulah yg jd imam amalan2 kamu. Amalan kamu bisa jadi benar, karena didasari ilmu. Dan jgn kamu ikuti sesuatu yg kamu tdk tahu (Qs. al-Isra 36). Oleh karena itu wajib belajar ilmu agama. Biar ngerti. Minimal 3 hal penting, dalam islam: konsep aqidah-syariah-akhlak.
Sekarang untuk berbicara tentang konsep Tuhan, maka kategori utk bisa disebut Tuhan itu, batasannya ada 3:
Absolut.
Anda pasti sepakat, gk mgkn anda mau bertuhan kepada yg relative, (lawan absolute itu relative). Misalnya cantik, cantik itu relative. Muda, muda itu relative, kenapa disebut relative? karena ada bandingannya. Saya disebut muda dibandingkan dg pak eko yg sdh tua. Dan anda disebut wanita karena ada laki2. Ini disebut warna hitam karena ada putih. Nah, jadi logika2 relativitas seperti ini mengantarkan kpd suatu bentuk yang absolute. Makanya kalo kita mau bertuhan, kategori yg hrs kita tuhankan itu adalah yg punya nilai dimensi yg absolute.
Distink
Distink itu adalah “lain dari pada yg lain”. Tidak bs dia dipersamakan dg kita/ makhluk atau yg diciptakanNya. Karena kalo Dia sama dg sesuatu, ngapain mau bertuhan. Misal: ada Tuhan gondrong. Masa Tuhan godrong, atau Tuhan botak, dsb, itu kan lucu. Atau dlm Hindu-Budha dg patung2 sbg representasenya, karena Siwa perusak digambarkan tangannya banyak, Brahmana karena baik, dibuat senyum, dsb. Kalo sdh begitu, maka Tuhan menjadi tdk Distink. Dengan kata lain menjadi sama dg yg lain atau menjadi nuthink sesungguhnya.
Unik
Dia hrs unik. Unik itu sama dg hanya Dia satu2nya. Contoh, rokok Sampoerna, tdk unik, kenapa tdk unik karena ada yg lain, misal rokok Class Mild. Yang jenggot2an juga tidak unik, karena yang begituan juga banyak. Jadi kalo mengkategorikan bahwa itulah tuhan, maka dia harus unik. Dialah satu2nya.
Jadi kesimpulannya, Tuhan itu Absolute. Mutlak. Totalitas yg tak terbatas, tak tertandingi, tak terkalahkan → itu muatan dari kata Absolute → yang dg ini ia menjadi disting (lain dari pada yg lain/ tdk ada yg menyerupainya (laisa kamislihi syaiun) → sehingga ia menjadi unik (satu2nya/ tunggal/ Esa). Ini merupakan penegasan si absolute itu sendiri.
Nah, mari kita jujur, konsep Tuhan-Trinitas anda benturkanlah dg kategori tadi. Yang anda yakini kebenarannya sbg Tuhan. Bisa gk dia diterima secara Absolute, Disting dan Unik, dalam kategori sbg Tuhan?, Kalo tidak bs, utk apa kita bertuhan kpd yg relative seperti itu, utk apa coba logikanya?. Dan menurut konteks sejarah, konsep trinitas itu (kalo saya keliru, tolong luruskan) adalah hasil dari konsili Nikea 325 M. kemudian diikuti oleh kaum gereja Swiss sebelah Barat. Nah itu disebut Yesus kristus sbg Tuhan pada saat konsili itu. Jadi Yesus, dinamakan sbg Tuhan adalah hasil kongres. Ini kalo dikaji dlm konteks sejarah dlm kehadirannya. Namun kalo konteksnya Nabi Isa as (Yesus) yg sebetulnya, dg kitab injil, bahwa dia mengimani Allah dan sbg utusan. Makanya, coba berfikir secara mendalam. Jgn hanya pokoknya2, tapi kalo org berakal “O iya, dikasih tahu itu ngerti gitu lho”.
Nah, kalo islam gimana, islam sederhana sekali.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ : Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
اللَّهُ الصَّمَدُ : Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ : dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia"
Paling tdk, anggaplah dulu (seperti anda yg ragu terhadap Quran) apa ini al-Quran dsb, tapi coba lihat (dg akal yg anda miliki) materi apa yg disampaikan oleh al-Quran itu. Kok ada seperti: Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Katakanlah: yang pantas! yang pantas jadi Tuhan itu adalah cuma Allah. Dan kalo mau di Brakdown lagi utk kata apa yg disebut Tuhan, itu dalam (Qs. Al-Hadid 2-3) “Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Nah, dg statemen Dia mengatakan yang Awal dan yang Akhir, terus akhir ayat ini Dia menyebutkan, Dia mengetahui segala sesuatu, itu membuktikan kelogisan berfikir bahwa dimensi ruang dan waktu (totalitas jagad raya ini) merupakan eksistensi dirinya. Sederhananya begini: eksistensinya jokowi adalah dari sabang-merauke, itulah eksistensi dia. Atau kekuasaan dia. Atau paling tdk foto2 dia sdh dipajang/ dikenal dimana-mana dari sabang-merauke, setelah dia terpilih menjadi presiden. Atau ruang dan waktunya Indonesia adalah sabang-merauke. Nah, ruang dan waktunya dunia ini, jagad raya alam semesta ini, The Univers, (totalitas tak terbatas, tak tertandingi, tak terkalahkan) inilah → eksistensinya Allah.
Lalu lebih detailnya lagi kalo di ayat 4 nya disebutkan: “…Dan Dia (Alloh) bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. Nah, makanya kalau tdk mengerti ruang dan waktu itu pasti tidak ngerti dg ayat ini. Coba anda bayangkan, “Aku bersama kamu dimana saja kamu berada” pasti nanti pemahamannya: aku kesini ada Tuhan, ke sana ada Tuhan, kan begitu. Nah, makanya kalo kita memahami dlm spectrum ruang dan waktu ini sangat jelas. Oleh karenanya benda yang paling hitam, di atas batu yg hitam, di malam yg gelap gulita, jelas Allah tahu. Karena Dia menguasai ruang dan waktu. Jadi bukan berarti dg ruang dan waktu itu lalu Dia menjadi terikat, bukan. Tapi Dialah yg mengikat totalitas itu semua. Itulah ada namanya “Yang Maha Kuasa”.
Makanya kalo kekuasaan Jokowi dilawan atau ditentang, maka sanksinya bisa berhadapan dg hukum. Lalu kalo kekuasaan Alloh tdk dipatuhi atau diingkari bagaimana?, logikanya kan harus keluar dari jagad raya ini, tapi gimana mau keluar. Sehingga pantas bagi org2 yg kafir kpd Alloh itu tempatnya di neraka kelak. Begitu pula dengan org2 yg tidak mau menerima islam itu yg sebetulnya dia adalah sombong, “menolak kebenaran dan merendahkan org lain”. Makanya berfikirlah. Karena berfikir itu adalah membandingkan. Contoh, kenapa anak kecil kalo ada api, ada pisau lalu dia main pegang aja?. Karena dia tdk bs membandingkan. Artinya dia belum bisa berfikir. Lalu bagi anda sdh disebutkan berfikir, karena anda sdh bs membandingkan. Persoalannya, kenapa anda dikatakan goblok?. Karena mgkn pd saat yg sama anda tdk bs membandingkan. Harusnya yg benar ini bukan itu.
Kemudian kita tdk akan tahu (agama dg konsepnya yg jelas itu) kalau bukan tanpa utusanNya, Muhammad Saw. Jadi mesti ada yg menyampaikan. Sama dg kristiani, mereka tdk mgkn kenal Kristen kalo tdk ada yg disebut yesus kristus yg diyakini. Makanya setelah konsep tuhan yg jelas, agama itu yg bs kita ukur benar/ tdknya, lihat dari sistem ajarannya dan yg membawa ajarannya. Dan yg membawa ajaran islam ini adalah Rasulullah Saw. Anda boleh lihat, dari sisi historisnya, Muhammad, dia tdk pernah mendapatkan satu sistem pendidikan. Dia ummi. Jadi tdk mgkn seorg yg ummi bs bicara banyak hal, yg dimensinya sampai dibilang majnun. Gk nyambung bagi org2 arab yg waktu itu. Kedua, dia tdk mengalami intervensi pendidikan dari sistem keluarga. Bapaknya meninggal sebelum dia lahir, setelah lahir dg ibu susuan. Maka peristiwa itu tdk mempengaruhi. Kemudian dimensi lingkungan, budaya seputar dimana dia hdp, dan seputarnya adalah jahiliyah. Dan seluruh dunia, anda boleh lihat, bahwa setiap manusia yg terlahir, terpengaruh oleh sistem pendidikan, terpengaruh oleh didik orgtua dan terpengaruh lingkungan. Inilah manusia tumbuh dan berkembang. Tapi Muhammad secara historis dibuktikan dg jelas, terjaga, betul2 dia utusan Allah. Maka, apa yg Nabi Muhammad sampaikan, ini menjadi suatu garansi yg bisa dbenarkan yg disebut kitab suci. Tdk ada sedkitpun logika yg bs menyalahkan. Terus, berislam itu kayak apa? Maka contohilah Rasulullah Muhammad Saw. Makanya ada hadis. (bicara, tindakan, diamnya Rasul). Karena Rasulullah menjadi way of life, pandangan, tuntunan hdp. Nah, islam, kata asalnya assalam : selamat, jd sesungguhnya substansi dari islam itu, kata lainnya, “kamu kalo mau selamat dlm hdp ini, inilah jalannya”. Kalo kita pakai kata juru selamat, maka juru selamat itulah islam (selamat). Jd, kalo kamu mau selamat, kamu harus tunduk patuh kpd Allah.
Bahkan tdk ada termasuk dalam Kristen, sistem perkawinan, hukum waris, cara berwhudu dlsb kecuali hanya dari islam. Artinya mulai dari lahir-sampai meninggal, islam mengcover itu semua. Salah satu contohnya dlm Qs. Annisa, 2-3 lebih detail membicarakan ttg waris, ada sepertiga, sepedelapan dsb. Coba anda bayangkan, abad ke 6/7, sdh bicara persentase2 atau pembagi2 yg skrg dlm dunia modern sdh dikenal dg matematika. Bagaimana Muhammad itu gk dibilang majnun. Gk mgkn kalo ini gk dibilang wahyu Allah yg luar biasa. Kemudian, soal Nabi Muhammad bersama aisyah, sebelumnya dg khadijah dsbnya, itu ada maksud2 semuanya, ada sistem penjelasnya. Sebab kalo hanya ke khadijah, gk ada hadis2 yg menjelaskan tentang menstruasi dan sgl macamnya. Jadi itu harus dimengerti. Tapi kadang kalo sdh bicara soal wanita, semua sdh pada negative. apalagi soal poligami.
Kemudian dalam Qs. al-mukminun 12-15. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati”.
Nah, coba anda bantah pernyataan surah di atas baik secara sains, mau pakai ilmu apa aja dan dg fakta2 yg ada. Apakah statemen Quran di atas ada yg bertentangan dg fakta2? Kalo anda mau bantah, silakan, paling anda katakan begini: “ah gk benar Quran itu, Muhammad hanya ngarang2 saja”. HEY anda sehat?, kapan Muhammad pernah sekolah kedokteran?, bisa bicara sperma, ovum, segumpal darah, daging, air mani dsb. Dan yg kita tahu dulu itu, kedokteran itu baru mulai maju sejak abad2 ke 17/18. Lah informasi Ini abad ke 6/7?. Jadi, bagaimana benarnya wahyu itu? Ya, itulah kebenarannya wahyu tsb.
Kalo ilmiah itu salah satu pendekatannya adalah sistematis, maka yang benar itu adalah pengetahuan dulu baru keyakinan. Tdk mgkn kita yakin sesuatu tanpa kita tahu. Kita bisa lihat peristiwa bapak tauhid nabi Ibrahim yg sebelumnya itu menuhankan bintang, bulan dan lain sebagainya, sampai dia berkesimpulan bahwa itulah Allah. Itulah proses pengetahuan yg ia dapat. Jadi kalo tiba2 yakin terus berproses tahu, itu aneh. Itulah dogma. Dan bahayanya kalo yakin dulu baru tahu, sejelek kayak apapun keyakinannya itu pasti jadi benar. Pasti sll diagung2kan, karena sdh yakin dulu. Oleh Karena itu, harus prosesnya itu pengetahuan (belajar). Gk ada yg tiba2 yakin itu gk ada.
Komentar
Posting Komentar