Kasak-Kusuk Tentang Khitan atau Sunat

KHITAN (SUNAT)

Tentunya khitan/ sunat yang dilakukan oleh seorang hamba merupakan wujud ketaatan dan kepatuhannya kpd Tuhannya. Tak hanya dlm Islam saja, di dlm alkitab pun sebetulnya jg telah disebutkan bahwa khitan sbg janji yang telah diikat oleh Allah kpd Abraham beserta keturunannya utk dipenuhi.
Kejadian 17: 1-4.
1. Ketika Abram berumur 99 tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah dihadapan-Ku dengan tidak bercela. 2.  Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." 3. Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 4. "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Tanda Perjanjian Itu Adalah Sunat Anak Laki-Laki:
Kejadian 17: 9-14.
9. Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 10. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11.  haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. 13. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. 14. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Sampai Di Sini, Tidak Ada Di Sebutkan Berkhitan Adalah Tradisi Turun Temurun Khusus Untuk Yahudi Saja. Lihat ayat selanjutnya:
Kejadian 17: 22-26.
22. Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham. 23. Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya. 24.  Abraham berumur 99 tahun ketika dikerat kulit khatannya. 25. Dan Ismael, anaknya, berumur 13 tahun ketika dikerat kulit khatannya. 26. Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Sesuai konteks ayat2 tersebut, ismail dikhitan. jadi, Rasulullah saw dan bangsa Arab serta kaum muslimin ternyata menjaga perjanjian kekal ini. Maka, siapakah yang paling berhak disebut sebagai "anak-anak abraham"? apakah Yahudi, Kristen ataukah Islam? tentu adalah umat yang mengikuti pengajaran nabi Ibrahim-lah yang berhak mengatakan dirinya sebagai keturunan dan anak-anak abraham.
Seperti disebutkan dlm QS. An-Nahl: 123 “Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”.
“Yahudi datang kepada Yohanes sang pembabtis untuk dibaptiskan, tetapi kata Yohanes mereka hanyalah orang-orang yang jahat. mereka mengaku keturunan dan anak-anak Abraham, tetapi dibantah oleh Yohanes. Kata yohanes: "bahkan Allah dapat membuat keturunan untuk Abraham dari batu-batu". Artinya bahwa orang-orang dan umat yang mengikuti pengajaran nabi Ibrahim lah yang berhak mengatakan dirinya sebagai keturunan dan anak-anak Abraham, itulah "umat Islam"
Lukas 3: 7-8
7. Lalu ia (Yohanes) berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? 8. Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

Kata Yesus: Yahudi pun tidak berhak menyebut dirinya sebagai anak-anak Abraham, karena mereka tidak mengakui kenabian nya, bahkan selalu berusaha membunuhnya, walaupun baik Yahudi maupun Kristen merasa pembunuhan tersebut telah berhasil padahal tidak. dengan perbedaan cara pandang, Yahudi merasa telah berhasil membunuh anak haram dan penghujat Tuhan, sementara Kristen merasa mereka  telah berhasil membunuh "Tuhan".
Yoh 8: 37-40
37. "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." 39. Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Lalu Kristen? Apa yang kalian katakan dan pikirkan, ketika nama Abraham terdengar disebutkan melalui telinga kalian?. Bahkan kalian tega menghinakannya, menghinakan salah satu anak keturunannya Ismail, sebagai anak dari hubungan gelap dengan Ibunya yang bekas sorang budak. Bahkan di antara kalian juga dg keji berkata "Abraham telah berzina dengan budaknya dan Ismail adalah anak mereka ibarat Keledai Liar". Sungguh siapa sebenarnya umat yang telah tersesat, bahkan berani menghinakan Bapak para nabi, yang paling dikasihi oleh Allah. Bila kalian jeli membaca uraian di atas, maka kalian pun akan tahu, mengapa kami (umat Islam) Disunat? Karena kamilah umat Islam yang paling berhak disebut "anak anak Abraham".
Lihat Perintah2 Sunat:
Imamat 12:
1. TUHAN berfirman kepada Musa, demikian: 2. "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis. 3. Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.

Kej 17:
10. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11. haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. 13. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. 14. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Kej 21: 4  Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.

Lukas 2: 21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Nabi) Ibrahim berkhitan setelah berusia 80 tahun dan beliau khitan dengan menggunakan kampak." (HR. Bukhari 5824).

Qs. An-Nahl : 123 Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Orang Kristen Sejatinya hanya terbius oleh kata Paulus lalu dikonstruksikan lewat uskup2nya paus-pendeta dlm Gereja:
Galatia 5: 2 “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”. Galatia 5: 6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 1 kor 7: 19 “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah”.

Dan mereka telah menodai apa yg telah dikatakan oleh Yesus:
Mat 5: 17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24. tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.


Silahkan berfikir.___

Komentar

Postingan Populer